Materi Kelas 11 "ALKANA,ALKENA,ALKUNA"
Alkana (Parafin) - CnH2n+2
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari
ikatan kovalen tunggal saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh, karena
jumlah atom Hidrogen dalam tiap-tiap molekulnya maksimal. Memahami tata nama
Alkana sangat vital, karena menjadi dasar penamaan senyawa-senyawa karbon
lainnya.
Sifat-sifat Umum Alkana
1. Hidrokarbon jenuh
(tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal)
2. Disebut golongan
parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
3. Sukar bereaksi
4. Bentuk Alkana dengan
rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17 pada suhu adalah cair
dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
5. Titik didih makin
tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom C sama maka yang
bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
6. Sifat kelarutan :
mudah larut dalam pelarut non polar
7. Massa jenisnya naik
seiring dengan penambahan jumlah unsur C
8. Merupakan sumber utama
gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon
dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku
berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka
tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.
Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
Sifat Fisika Alkana
Alkana yang memiliki berat molekul rendah yaitu metana,
etana, propana dan butana pada suhu kamar dan tekanan atmosfer berwujud gas,
alkana yang memiliki 5-17 atom karbon berwujud cair dan selebihnya berwujud
padat.
Alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga sukar larut dalam
air tetapi cenderung larut pada pelarut-pelarut yang nonpolar seperti eter.
Jika alkana ditambahkan pada air alkana akan berada pada lapisan atas, hal ini
disebabkan adanya perbedaan massa jenis antara air dan alkana. Sebagian besar
alkana memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis air. Karena alkana
merupakan senyawa nonpolar sehingga alkana yang berwujud cair pada suhu kamar
merupakan pelarut yang baik untuk senyawa-senyawa kovalen.
Untuk alkana-alkana yang berantai lurus titik leleh dan
titik didih makin tinggi seiring bertambahnya massa molekul molekul. Pada
molekul-molekul alkana terjadi gaya van der Wals. Oleh karena itu alkana
memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih rendah dibanding senyawa
semipolar atau senyawa polar dengan berat molekul yang hampir sama.
Sifat kimia Alkana
Alkana merupakan senyawa nonpolar yang tidak bereaksi dengan
sebagian besar pereaksi. Hal ini disebabkan alkana memiliki ikatan sigma yang
kuat antar atom karbon. Pada kondisi tertentu alkana dapat bereaksi dengan
oksigen dan unsur-unsur halogen.
Apabila jumlah oksigen tersedia cukup memadai alkana akan teroksidasi sempurna menjadi karbon dioksida dan uap air serta pelepasan sejumlah energi panas. Apabila jumlah oksigen yang tersedia tidak mencukupi, hasil reaksi yang diperoleh berupa karbon monooksida dan uap air.
Alkana dapat bereaksi dengan halogen dikatalisis oleh panas atau sinar ultraviolet. Dari reaksi tersebut terjadi pergantian 1 atom H dari alkana terkait. Namun apabila halogen yang tersedia cukup memadai atau berlebih, maka terjadi pergantian lebih dari satu atom bahkan semua atom H digantikan oleh halogen. Berdasarkan penelitian laju pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Reaksi pergantian atom dalam suatu senyawa disebut reaksi substitusi.
Apabila jumlah oksigen tersedia cukup memadai alkana akan teroksidasi sempurna menjadi karbon dioksida dan uap air serta pelepasan sejumlah energi panas. Apabila jumlah oksigen yang tersedia tidak mencukupi, hasil reaksi yang diperoleh berupa karbon monooksida dan uap air.
Alkana dapat bereaksi dengan halogen dikatalisis oleh panas atau sinar ultraviolet. Dari reaksi tersebut terjadi pergantian 1 atom H dari alkana terkait. Namun apabila halogen yang tersedia cukup memadai atau berlebih, maka terjadi pergantian lebih dari satu atom bahkan semua atom H digantikan oleh halogen. Berdasarkan penelitian laju pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Reaksi pergantian atom dalam suatu senyawa disebut reaksi substitusi.
Kegunaan alkana, sebagai :
• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri
Alkena (Olefin) – CnH2n
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-C-C)
Sifat-Sifat Alkena
Sifat-sifat Umum Alkena
· Hidrokarbon
tak jenuh ikatan rangkap dua
· Alkena
disebut juga olefin (pembentuk minyak)
· Sifat
fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-butena)
· Sifat
sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
· Sifat-sifat
: gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada
konsentrasi 3 – 34 %)
· Terdapat
dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
· Sifat
Fisika
· Sifat kimia
Ikatan rangkap yang dimiliki alkena merupakan ciri khas dari
alkena yang disebut gugus fungsi. Reaksi terjadi pada alkena dapat terjadi pada
ikatan rangkap dapat pula terjadi diluar ikatan rangkap. Reaksi yang terjadi
pada ikatan rangkap disebut reaksi adisi yang ditandai dengan putusnya ikatan
rangkap (ikatan π) membentuk ikatan tunggal (ikatan α) dengan atom atau gugus
tertentu.
Selain sifat-sifat tersebut dapat mengalami reaksi polimerisasi dan alkena juga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk korbondioksida dan uap air apabila jumlah oksigen melimpah, apabila jumlah oksigen tidak mencukupi maka terbentuk karbonmonooksida dan uap air.
Selain sifat-sifat tersebut dapat mengalami reaksi polimerisasi dan alkena juga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk korbondioksida dan uap air apabila jumlah oksigen melimpah, apabila jumlah oksigen tidak mencukupi maka terbentuk karbonmonooksida dan uap air.
Kegunaan Alkena sebagai :
· Dapat
digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
· Untuk
memasakkan buah-buahan
· Bahan
baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1
ikatan rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih
reaktif.
Rumus umumnya CnH2n-2
Tata namanya juga sama dengan Alkena, namun akhiran -ena diganti –una
Sifat Fisika Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1
ikatan rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih
reaktif.
· Alkuna-alkuna
suku rendah pada suhu kamar berwujud gas, sedangkan yang mengandung lima atau
lebih atom karbon berwujud gas.
· Memiliki
massa jenis lebih kecil dari air.
· Tidak
larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang non polar
seperti eter, benzena, dan karbon tetraklorida.
· Titik
didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah atom karbon, tetapi makin
rendah apabila terdapat rantai samping atau makin banyak percabangan. Titik
didih alkuna sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya
hampir
sama.
Sifat kimia
· Adanya
ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi,
polimerisasi, substitusi dan pembakaran.
Kegunaan Alkuna sebagai :
· etuna
(asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
· untuk
penerangan
· Sintesis
senyawa lain.
Comments
Post a Comment