Materi Biologi kelas 11 ♠♠♠ GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN MAKANAN ♠♠♠

Urutan jalannya pencernaan adalah mulut – kerongkongan – lambung – usus halus (empedu, pankreas) – usus besar – rectum – anus.
        Proses pencernaan makanan ada dua macam, yaitu pencernaan mekanik (fisik) dan pencernaan kimiawi yang melibatkan reaksi kimia dan enzim.
Langkah-langkah proses pencernaan makanan adalah sebagai berikut.
1. Mulut
Perhatikan apa saja yang ada di dalam mulut, yaitu gigi, lidah, kelenjar air liur. Semuanya berperan penting di dalam proses pencernaan pertama. Pencernaan mekanik yakni mengunyah makanan dengan gigi merupakan proses paling awal pencernaan. Gigi memegang peranan penting untuk menghaluskan makanan agar organ pencernaan selanjutnya (lambung) tidak bekerja terlalu berat memecahkan bentuk makanan yang masih besar. Ada kasus dimana anak yang gigi susunya telah banyak termakan karies sehingga tidak dapat mengunyah dengan sempurna karena gigi tetap belum tumbuh, akhirnya mengalami gangguan lambung.
2. Kerongkongan (esophagus)
Makanan dapat melewati kerongkongan dibantu dengan gerakan peristaltik agar sampai ke lambung.
3. Lambung
Pencernaan kimia apa saja yang terdapat di dalam lambung? Enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung adalah pepsin dan renin. Lambung bersifat asam dengan pH 2 – 3 dan menghasilkan asam kuat HCl. Lambung sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kardiak, fundus, dan pilorus.
4. Usus halus
Pencernaan makanan paling kompleks terjadi di usus halus. Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang di antara organ yang lainnya. Panjangnya 6 – 8 meter. Dinding usus halus berbentuk seperti sikat yang disebut jonjot usus atau vili, fungsinya untuk menyerap sari makanan. Jadi, dapat kalian simpulkan usus halus berperan dalam proses pencernaan dan juga penyerapan makanan.
        Cairan empedu dihasilkan oleh hati, dialirkan dan disimpan di empedu. Lalu disekresikan di usus halus. Organ pankreas juga memiliki saluran ke usus halus. Pankreas di dalam sistem pencernaan menghasilkan enzim lipase, tripsin, dan amilase. Pankreas juga menghasilkan hormon insulin yang dialirkan langsung ke darah untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
5. Usus besar
Sisa makanan yang tidak tercerna di usus halus, seperti serat, akan diproses di usus besar. Proses defekasi terjadi di usus besar dibantu oleh bakteri probiotik di dalamnya. Salah satu contoh bakteri probiotik adalah Lactobacillus. Pada usus besar inilah proses pencernaan terakhir sebelum akhirnya sisa makanan dibuang melalui anus.
Sekian ringkasan mengenai sistem pencernaan makanan. Untuk meningkatkan pemahaman kalian, selanjutnya coba kerjakan soal-soal berikut.
♠♠♠ GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN MAKANAN ♠♠♠


Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang sistem pencernaan makanan. Kalian pun tentu harus selalu menjaga kesehatan organ-organ yang terlibat dalam pencernaan makanan. Nah, pada topik kali ini kalian akan mempelajari tentang gangguan pada sistem pencernaan makanan. Bagaimana bisa terjadi gangguan ini?
        Pernahkah kalian memperhatikan atap rumah yang bocor? Bagaimana bisa atap rumah itu bocor? Tentunya ada yang tidak beres dengan atap rumah tersebut seperti penataan genteng yang kurang pas maupun talang air yang tidak mampu menahan banyaknya air hujan. Sama dengan tubuh manusia, pada sistem pencernaan makanan pun bisa terjadi gangguan. Seperti apa sih gangguan pada sistem pencernaan makanan?
        Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Penyebabnya pun bermacam-macam seperti makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan lain-lain. Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan, diantaranya sebagai berikut.
1. Diare
Diare merupakan keadaan buang air besar yang terlalu sering dengan feses yang banyak mengandung air. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltik dalam usus tidak terkontrol sehingga laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila feses yang dikeluarkan bercampur darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit disentri yang disebabkan infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar. Diare yang berlangsung lama menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan tubuh terasa lemas karena banyak kehilangan air dan garam mineral.
        Penderita diare hendaknya diberi minum garam oralit. Fungsinya untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh akibat diare. Pencegahan diare dapat dilakukan dengan cara cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar, serta minum air dan makan makanan yang sudah dimasak.
2. Sembelit (Konstipasi)
Sembelit terjadi bila buang air besar lambat. Hal ini dikarenakan usus besar menyerap air secara berlebihan sehingga feses menjadi kering dan keras. Beberapa faktor penyebab sembelit adalah sebagai berikut.
- Kurang minum
- Kurang makan berserat
- Tidak membiasakan diri buang air besar setiap hari
- Usia
- Kurangnya aktivitas fisik
- Kehamilan
- Dalam kondisi sakit
- Stress
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sembelit yaitu sebagai berikut.
- Pilih makanan yang banyak mengandung serat
- Hindari makan makanan yang berlemak tinggi dan terlalu manis
- Banyak minum air putih
- Rutin berolahraga
- Biasakan buang air besar setiap hari
- Jangan menggunakan obat pelancar buang air besar secara berlebihan
3. Tukak Lambung (Maag)
Sakit maag adalah luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari. Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih, mual, pegal-pegal di punggung, kurang nafsu makan, dan muntah-muntah.
        Penyakit ini disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya asam lambung yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.
4. Radang Usus Buntu (Appendictis)
Radang usus buntu diakibatkan dari infeksi yang terjadipada usus buntu. Gejalanya adalah sakit perut bagian bawah sebelah kanan. Radang usus buntu terjadi jika lubang yang menghubungkan usus buntu dengan usus besar tersumbat karena lendir yang menebal atau masuknya benda keras. Infeksi ini menyebabkan usus buntu meradang dan menimbulkan rasa sakit.
5. Radang pada Dinding Lambung (Gastritis)
Gastritis merupakan peradangan yang terjadi pada membran mucus yang melapisi lambung. Gejalanya adalah sulit bernapas, feses hitam bercampur darah, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di perut. Radang dinding lambung dapat disebabkan oleh alergi, alkohol, obat-obatan, racun, dan bakteri tertentu. Radang dinding lambung yang disebabkan bakteri dapat diobati dengan antibiotik, sedangkan yang disebabkan oleh racun dapat diobati dengan anticholinerg

Comments

Popular posts from this blog

Soal dan Jawaban kewirausahaan kelas 12

Jawaban Sejarah Indonesia Kelas 11 Hal 136

Materi kelas 11 Sejarah Indonesia "JANJI KEMERDEKAAN INDONESIA DARI JEPANG"